Geragih & Stolon

Jumat, 30 September 2011 0 komentar


2.1 Pengertian Geragih/Stolon
Stolon adalah perpanjangan tunas yang tumbuh horizontal sejajar dengan permukaan tanah (menjalar) yang merupakan organ perbanyakan vegetatif. Pada stolon terdapat ruas yang dapat mencapai 30 cm. pada ruas terdapat tunas/pucuk aksilar yang dilindungoi oleh bractea yang berkembang menjadi anakan-anakan stroberi. Anakan ini membentuk akar pada saat pucuk membentuk daun trifoliate (Budiman dan Saraswati, 2006). Anakan yang terbentuk dari stolon adalah anakan vegetatif yang karakter dan sifatnya akan sama dengan induknya (true to type) (Kurnia, 2005).
Geragih atau stolon merupakan modifikasi batang yang biasanya dikembangkan oleh tumbuhan terna. Stolon, sebagaimana rizoma, dapat menjadi alat perbanyakan vegetatif, terutama bila tumbuh akar di sekitar buku tanaman muda.
Stolon adalah jenis khusus dari batang tanaman tanaman yang digunakan untuk memperbanyak dirinya sendiri. Stolon mampu  menghasilkan klon tanaman induk, sehingga memungkinkan tanaman untuk menjajah wilayah tanah dengan mudah. Salah satu contoh yang paling dibudidayakan dengan stolon adalah pada tanaman strawberry, tanaman yang menggunakan metode perbanyakan ini sangat efektif. Banyak rumput juga berkoloni di daerahnya dengan cara ini, seperti halnya beberapa tanaman air.
3
Stolon tampak sedikit berbeda dari batang biasa, dan mereka biasanya memiliki node yang berbeda dimana pertumbuhan baru dapat terjadi. Mereka biasanya merambat horizontal, dan mereka mungkin terletak di atas atau di bawah tanah, tergantung pada spesies tanaman yang terlibat. Dalam beberapa kasus, tumbuh tegak stolon dan kemudian membungkuk atau terkulai ke bawah untuk memungkinkan node untuk masuk ke dalam terhubung  dengan tanah sehingga tanaman dapat bertunas dan menghasilkan keturunan yang persis dengan induknya.
Awalnya, klon yang berkembang pada stolon bergantung pada tanaman induk untuk memperoleh nutrisi. Seiring waktu, tanaman itu akan menghasilkan akar  sendiri dan menjadi mandiri, sehingga tidak lagi memerlukan nutrisi dari stolon tersebut. Hal ini juga dapat merambat keluar stolon itu sendiri, sehingga meningkatkan ukuran koloni tanaman. Jaringan batang khusus dengan cepat dapat menutupi tanah, menciptakan  tanaman muda baru dan memenangkan  kompetisi  dengan tanaman lain.
Batang ini unik kadang-kadang disebut sebagai runer "pelari," karena mereka menjalar sepanjang tanah. Dalam beberapa kasus, perkembangan stolon sangat dibutuhkan, dan tukang kebun mungkin senang melihat koloni yang muncul karena stolon. Dalam kasus lain, bagaimanapun  pertumbuhan ini mungkin menjadi masalah, terutama dalam kasus tanaman invasif, karena stolon membuat pentani sangat sulit untuk benar-benar memberantas tanaman tersebut dari kebun yang bertindak sebagai gulma.
Stolon adalah cabang dari atas tanah. Beberapa istilah untuk batang berbeda-beda. Batang mungkin bukannya tumbuh tegak atau tegak, akan tetapi dapat berupa : Arboreous, ketika membentuk batang pohon tepat seperti ke arah yang diambil dalam pertumbuhan. Diffuse,  yaitu longgar menyebar ke segala arah. Declined, ketika  membungkuk ke satu sisi. Decumbent, berbaring di tanah, seakan terlalu lemah untuk berdiri. Assurgent  atau ascending, naik miring ke atas. Procumbent  atau prostrate, terbaring di tanah dari yang pertama. Creeping  atau  repent, akar bersujud pada atau tepat di bawah tanah, dan mencolok, contohnya clover Putih, partridge-berry, dll. Climbing atau  scandent, naik dengan berpegangan pada benda-benda lain untuk mendukungnya.Twining  atau voluble, ketika spiral melingkar di sekitar batang lain. seperti morning glory dan hop.
Beberapa jenis batang atau cabang, dialokasikan kepada penggunaan khusus,   telah menerima nama-nama substantif berbeda misalnya: Batang jerami, atau jerami batang, seperti pada rumput dan sedges. Berbonggol adalah nama lama untuk sebutan batang aneh seperti induk Palem,  juga digunakan untuk menyebutkan batang bawah tegak dan tebal. Sucker adalah cabang naik dari batang bawah tanah. Sucker banyak dihasilkan oleh  raspberry, dan tanaman lainnya.
2.2  Perbedaan Geragih dengan Stolon.
Geragih merupakan batang yang menjalar diatas permukaan tanah dan apabila batang tersebut tertimbun tanah akan tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh tanaman geragih diatas permukaan tanah yaitu pegagan (centella asiatica), arbei, dan semanggi. Geragih yang menjalar dibawah permukaan tanah dan disebut stolon. Contoh tumbuhan bergeragih dibawah permukaan tanah(stolon)  adalah rumput teki (cyperus rotundus) dan rumput pantai (spinifex sp).
2.3  Tumbuhan yang Berkembangbiak Dengan Cara Geragih/Stolon.
Stolon dapat dijumpai misalnya pada arbei (strawberry), rumput grinting Cynodon dactylon, teki, pegagan, dan eceng gondok (Eichornia crassipes).
Stolon adalah batang yang menjalar di bawah permukaan tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. Contoh: pada rumput teki, rumput gajah dan strawberri.
2.4 Langkah-langkah Melakukan Perkembangbiakan dengan Cara Stolon pada Tanaman Strawberry.
Pembibitan Strawberry/Strawberry bisa dilakukan dengan penyemaian biji dan sulur tanaman (stolon). pembibitan strawberry secara stolon dimana pembibitan ini menggunakan akar sulur pertama dan kedua.
Proses pemeliharaan strawberry dilakukan dengan cara pengairan dan pemupukan. Pengairan dilakukan menurut musim, yaitu pada musim hujan tanaman hanya disiram  selama 2 hari sekali, sedangkan pada musim kemarau dilakukan penyiraman selama 2 kali sehari.




tahapan-tahapan perbanyakan strawberry dengan menggunakan teknik stolon:
  1. Pilih tanaman strawberry yang mempunyai sulur tanaman (stolon) dengan panjang sulur sekitar 30 cm.
tampung ujung stolon dalam pot kecil gelas plastik bekas minuman atau pot besar, untuk pot dari gelas plastik bekas minuman harus dilubangi bagian bawahnya dengan beberapa lubang agar air porous.
  1. Beri pengairan yang baik agar media tanam untuk stolon tidak kering, hal ini untuk merangsang bibit tanaman dari stolon mengeluarkan akar.
  2. Setelah beberapa minggu, bibit strawberry dalam pot dari gelas plastik bisa dipindahkan ke dalam pot yang lebih besar jika sudah mempunyai 4 sampai 5 daun. Potonglah sulur tanaman yang menghubungkan anakan stolon dengan indukan tanaman strawberry.
    1. Proses berikutnya yaitu pemeliharaan strawberry, dilakukan dengan pengairan dan pemupukan.
Setelah itu tinggal tunggu bibit tanaman baru menjadi dewasa dan menghasilkan buah.
Media Tanam
Jika ditanam dikebun, tanah yang dibutuhkan adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air dan udara baik.Derajat keasaman tanah ( pH tanah ) yang ideal untuk budidaya strawberry di kebun adalah 5,4 – 7,0. sedangkan untuk budidaya di pot adalah 6,5 – 7,0.
Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yang disyaratkan adalah 50 – 100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam didalam pot, media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan air dan unsur hara selalu tersedia.


2.5  Keuntungan dan Kelemahan Perkembangbiakan dengan Geragih/Stolon
Pembibitan dengan stolon terbukti lebih cepat, praktis dan lebih banyak menghasilkan bibit Stolon baru yang siap tanam. Maka dari itu para pemilik kebun Stolon lebih menyukai perbanyakan Stolon dengan teknik Stolon daripada perbanyakan dari biji.
Salah satu kelemahan dari mengandalkan stolon untuk propagasi tanaman adalah bahwa karena tanaman klon dari tanaman asli, mereka semua rentan terhadap masalah yang sama. Jika tanaman induk rentan terhadap penyakit tertentu atau infeksi, misalnya, semua tanaman yang dihasilkan oleh stolon akan juga, yang berarti bahwa tanaman dapat dengan cepat habis. Untuk alasan ini, imerupakan ide yang baik untuk menanam beberapa tanaman tua yang berbeda, dan secara berkala memperkenalkan tanaman baru, untuk menjaga keragaman genetik tinggi dan mencegah hilangnya tanaman yang diinginkan atau tanaman hias.
Atau dengan kata lain perbanyakan secara vegetatif ini adalah masalah potensi produktivitasnya dan daya tumbuh yang terus menerus menurun pada generasi berikutnya. Hal ini disebabkan tanaman hasil perbanyakan vegetative adalah bagian dari tanaman induk yang tumbuh memisah. Jadi, jika perbanyakan terus-menerus dilakukan, akan muncul tanaman baru yang sudah berumur tua. Karena itu, sebaiknya ada batasan perlakuan perbanyakan vegetatif yang dilakukan dari satu indukan (Kurnia, 2005).

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©Copyright 2011 bagiILmu.com | TNB